Mereka yang Terpaksa Pergi

Di tengah debu yang tak lagi kembaliIa berdiri pada sebuah batas yang tidak lagi memiliki namaSeorang anak, seorang ibu, seorang kekasihyang kehilangan rumah dan jejaknya.Kita biasa menyebutnya “ancaman”Sementara itu ia terus menerus bergerakmembawa luka, bukan senjata. Di sebuah ruang pengadilan,para pria berpakaian rapih berdiskusi mengenai “hal baik”Tentang serangan yang katanya bertujuan untuk mempertahankan,sementara itu mereka…

Read More

Jerat Pikiran

Temaram lampu menimpa wajahku, Diksi-diksi ku yang menggantung, Tumpukan bukuku yang berdebu, Bacaan teoritis ku yang “selalu”berantakan, Bagaikan cerminan hatiku yang kacau.   Aku manjakan diriku dengan kespontanan, Meraba langit malam dengan sambat, Kenanganku selalu tersumbat, Ah pergilah berobat. Dalam keheningan, aku bertanya, Kapan luka ini akan sembuh?   Untuk apa aku menyukai kebebasan? Terlalu…

Read More