Surabaya, 13 Maret 2025 – Auditorium Kampus Ahmad Yani Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menjadi lokasi yang dipilih sebagai tempat untuk pelaksanaan agenda tahunan yakni pelantikan Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) untuk masa khidmat 2025/2026. Acara yang berlangsung pada 13 Maret 2025 ini bukan hanya sekadar seremonial, melainkan sebuah momen penting sebagai formalitas dalam estafet kepemimpinan dalam menjalankan roda organisasi satu periode kedepan. Momen ini menjadi simbol pengukuhan tanggung jawab atas amanah yang diemban oleh para pengurus baru.
Acara Pelantikan ini menegaskan komitmen ORMAWA FISIP untuk menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di dalam kampus, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat secara luas. Hal tersebut berkaitan erat dengan tema yang diusung pada pelantikan ORMAWA tahun ini yaitu “Mewujudkan ORMAWA FISIP yang Inklusif, Berintegrasi, dan Berkontribusi Nyata bagi Masyarakat.” Pelantikan ini menegaskan komitmen ORMAWA FISIP untuk menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di dalam kampus, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Pelantikan dibuka dengan pra-acara yang menarik antusiasme dari para peserta, yakni performa dari Qosdun Nabi oleh grup Al-Banjari FISIP. Suasana khidmat dan penuh antusiasme terlihat sebelum acara utama dimulai. Pada permulaan acara, Frendy Saputro sebagai ketua pelaksana menyampaikan harapan untuk kepengurusan ORMAWA FISIP periode 2025/2026. Dalam sambuatanya, ia berharap dengan adanya pelantikan ini dapat menjadi awal yang baik bagi seluruh aktivis mahasiswa FISIP. Di akhir sambutan ia menutup dengan kalimat persuasif yakni ajakan untuk senantiasa memajukan Ormawa FISIP dan memberikan kontribusi nyata untuk kemajuan FISIP UINSA. Dr. Moh. Ilyas Rolis, selaku Wakil Dekan III, juga menyampaikan sambutan terakhir setelah sambutan demisioner DEMA-F dan SEMA-F yang menekankan pentingnya peran ORMAWA dalam mengembangkan potensi mahasiswa dan kontribusi bagi masyarakat luas.
Prosesi pelantikan yang khidmat ini dihadiri oleh Dr. Moh. Ilyas Rolis, M.Si., selaku Wakil Dekan III, yang turut memberikan arahan dan semangat bagi para pengurus baru. Kehadiran Abdul Ghoni Mukhlas, S.Pd.I., selaku anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, yang berperan menjadi narasumber menjadi hal yang dinantikan oleh para aktivis mahasiswa. Dalam sesi Talk Show, beliau memaparkan beberapa hal terkait pentingnya eksistensi dan peran dari aktivis mahasiswa dalam dunia kampus, hal ini mengarah kepada sinergi antara dunia akademis dan pemerintahan yang berkorelasi antar satu sama lain. Antusiasme dari para peserta Talk Show, dapat dilihat dari beberapa orang aktivis mahasiswa yang aktif dalam sesi tanya jawab.
Puluhan anggota baru Ormawa mengikuti serangkaian acara pelantikan dan pembai’atan yang menjadi prosesi sakral dalam acara ini. Sema menjadi organisasi pertama yang melewati prosesi pelantikan bersamaan dengan Dema. Dilanjut dengan HMP dari tiga program studi (Hubungan Internasional, Ilmu Politik, dan Sosiologi) serta UKM seperti LPM Parlemen, Teater ARSIP, dan SVDVT MATA.
Di balik kemeriahan acara, terdapat beberapa kendala yang sekiranya perlu menjadi catatan dan evaluasi. Keterlambatan jadwal yang signifikan menyebabkan beberapa sesi acara mundur sehingga berdampak terhadap ketidakefektifan acara. Selain itu, terdapat hal yang cukup menuai polemik bagi para peserta forum, dimana pada beberapa kesempatan para aktivis mahasiswa salah satunya moderator talk show menggaungkan “salam pergerakan” yang menjadi jargon bagi salah satu Organisasi Mahasiswa Eksternal (ORMEK). Hal ini tentu menuai pro-kontra, karena pada dasarnya diadakannya acara pelantikan ini merupakan momen sakral dan juga khidmat bagi seluruh aktivis ORMAWA FISIP yang notabenenya berasal dari berbagai latar belakang organisasi. Jargon tersebut tentu tidak relevan dengan situasi dan kondisi acara, dan cenderung bias pada satu kelompok. Selain secara teknis, hal ini juga diharapkan untuk dapat menjadi evaluasi demi inklusifitas yang di cita-citakan kedepannya.
Meskipun terdapat beberapa kendala, pelantikan ORMAWA FISIP 2025/2026 tetap menjadi momentum penting bagi para pengurus baru. Evaluasi terhadap manajemen waktu, ketertiban acara, dan koordinasi antar panitia perlu dilakukan untuk memastikan kegiatan serupa di masa depan dapat berjalan lebih lancar dan profesional. Dengan semangat inklusivitas, integrasi, dan kontribusi nyata, ORMAWA FISIP diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam membawa perubahan positif bagi kampus dan masyarakat.
Penulis: EZP, NTR, AQA