Sepak Bola Indonesia yang tak Pernah Belajar

Timnas sepak bola Jepang (biru) sedang posisi menyerang lini pertahanan Timnas sepak bola Indonesia (putih) di pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026. (Foto by JIJI PRESS/AFP) Ketika sedang menuntut ilmu, para murid selalu diajarkan oleh gurunya agar tidak takut untuk melakukan kesalahan. Karena dari kesalahan itu, murid bisa belajar untuk lebih baik lagi di percobaan berikutnya….

Read More

Tidak Adakah Berita Baik Di Hari Ini? Refleksi Atas Derasnya Berita Buruk dan Diamnya Kekuasaan

Hari ini sama seperti hari-hari sebelumnya. Pagi datang bersama matahari yang terbit disertai ayam yang berkokok.  Siang diwarnai anak-anak berlari, mengejar layangan di langit. Malamnya, bintang-bintang kecil bermunculan, menyinari langit gelap—ditemani suara jangkrik dari balik perkebunan. Namun, di balik kesamaan yang kita temui setiap hari, berita buruk selalu datang tanpa diminta.  Ia merayap ke lini…

Read More

Sukses Gelar Hari Pertama PBAK: DEMA FISIP UINSA Perkenalkan Maskot Baru

Maskot FISIP UINSA, Chindaku, berswafoto dengan Rektor UINSA dan jajaran pengurus SEMA dan DEMA FISIP UINSA. Sumber : Instagram/FISIP UINSA Surabaya – Senin, 12 Agustus 2025. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya berhasil menyelenggarakan agenda hari pertama dan masa Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tahun  2025…

Read More

Mental Health GEN Z di Era Digital

Pada beberapa tahun belakangan ini perkembangan teknologi sangat pesat terutama penggunaan media sosial di Indonesia. Dengan adanya perkembangan teknologi ini bagaikan sebuah pedang bermata dua yang dimana adanya teknologi bisa memberikan dampak buruk maupun baik. Tidak dapat dipungkiri juga bahwa kehidupan sehari-hari kita juga ikut terpengaruhi karena adanya perkembangan teknologi. Seperti halnya kita semakin dipermudah…

Read More

Bagaimana Generasi Muda Menimbang Arah Relasi Israel-Iran, Diplomasi atau Dominasi?

Rapuhnya komitmen dunia terhadap perdamaian. Ketika diplomasi hanya menjadi formalitas, dan kekuatan militer dijadikan alat utama untuk menunjukkan dominasi, maka yang dikorbankan adalah nyawa manusia, stabilitas regional, dan masa depan generasi berikutnya. Konflik ini bukan sekadar pertikaian dua negara, melainkan cermin kegagalan komunitas internasional dalam mencegah kekerasan menjadi solusi. Selama lebih dari sepekan, kedua negara…

Read More